Potensi

Mie Ayam Wajan Mbak Wati Jogja, Nikmatnya Tak Tertandingkan

pada

Glugo (Travelingyuk.com) – Sebagai salah satu kuliner favorit di Indonesia, penjaja mie ayam bisa dengan mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Variannya pun beragam, mulai dari segi rasa, bahan, hingga penyajian. Buat Teman Traveler yang tinggal di Jogja, bisa coba mampir ke Mie Ayam Wajan Mbak Wati.

Unik dan Ciamik

Dari luar warung ini tampak sederhana seperti kedai mie ayam pada umumnya. Terdapat deretan meja dan bangku panjang untuk pengunjung. Tempatnya sendiri memanfaatkan lahan teras depan rumah, dengan dekorasi wajan-wajan kecil menggantung.

Spanduk merah bertuliskan ‘Mie Ayam Wajan Mbak Wati’ mengisyaratkan bahwa mie ayam di sini tak biasa dan berbeda dari lainnya. Semua mie di sini memang disajikan langsung di atas wajan, alih-alih menggunakan piring atau mangkuk. Sensasi yang ditawarkan sungguh berbeda.

Wajan yang digunakan berukuran kecil, dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Meski penyajiannya beda, proses memasak di sini tetap sama seperti mie ayam pada umumnya. Begitu matang, mie selanjutnya dimasukkan dalam wajan dan disandingkan bersama komponen lainnya.

Porsi Pas dan Rasa Bikin Puas

Meski warung sedang ramai, pesanan datang lumayan cepat. Dalam waktu sekitar 15 menit, satu porsi mie ayam sudah hadir di depan mata. Hidangannya disajikan dalam kondisi panas. Di bawah wajan terdapat alas kayu sebagai penyangga.

Dari penampilannya, mie ini memang seperti sajian serupa. Hanya saja penyajiannya memang berbeda. Meski wajannya kecil, ketika diaduk porsi mie-nya ternyata melimpah. Lebih dari cukup untuk membuat perut kenyang.

Seporsi mie ayam di sini disajikan bersama potongan ayam, sawi, taoge, daun loncang, dan pangsit goreng. Mie yang digunakan teksturnya tebal, mirip seperti yang biasa digunakan untuk mie ayam Jawa. Namun yang membikin beda adalah komposisinya.

Kuah mie di sini sedikit kental, dengan rasa khas rempah. Sensasinya mampu membaur dengan komponen lain. Alhasil, satu wajan mie ayam ini sanggup bikin lidah tak berhenti bergoyang karena rasanya nendang. Terbukti, Mie Ayam Wajan Mbak Wati bisa diadu dengan mie ayam lain yang sudah eksis lebih dulu.

Varian Mie Ayam

Selain menyajikan mie ayam biasa, warung ini juga menawarkan mie ayam dengan topping. Meski tak banyak pilihannya, namun cukup bikin rasanya jadi makin sempurna. Teman Traveler bisa pilih tambahan telur puyuh, bakso, maupun ceker ayam. Meski terdengar biasa namun dijamin nikmatnya jadi berlipat ganda.

Murah Meriah

Harganya pun masih masuk akal. Mie Ayam Telur Puyuh dibanderol seharga Rp 10.000, Mie Ayam Ceker Rp 9.000, dan Mie Ayam Bakso Rp 12.000. Sedangkan untuk mie ayam biasa, bisa Teman Traveler dapatkan dengan bermodal Rp 8.000 saja. Cukup terjangkau kan?

Jika ingin lebih puas, Teman Traveler bisa pesan menu Mie Ayam Spesial dengan topping lengkap. Seporsi sajian istimewa ini bisa kalian dapatkan dengan bermodal Rp 15.000 saja.

Di Selatan Jogja

Warung Mie Ayam Wajan Mbak Wati berada di Kabupaten Bantul, tepatnya di Kampung Janganan Kulon RT 03, Pedukuhan Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Lokasinya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat kota.

Jika berangkat dari Tugu Jogja, Teman Traveler cukup arahkan kendaraan menuju Jalan Mataram atau Malioboro, menuju Plengkung Gading dan melewati Panggung Krapyak. Warung mie ayam ini bakal kalian temukan sekitar 500 meter dari sana.

Buat Teman Traveler yang berangkat dari Bandara Adisutjipto, bisa langsung mengambil jalan via Jalan Ringroad Selatan. Meski tempatnya masuk kampung, lokasinya cukup mudah ditemukan.

Menjelang jam makan siang, situasi warung biasanya bakal lebih ramai. Buat Teman Traveler yang menumpang kendaraan roda dua, tenang saja. Sudah tersedia lahan parkir yang cukup memadai. Bagi pengguna kendaraan roda empat, wajib memposisikan mobil di lahan sebelah warung soto.

Kedai sederhana ini beroperasi antara pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Sangat cocok dijadikan sebagai jujugan untuk sarapan, makan siang, maupun santap malam. (Annissa NCSaputri)

Sumber: Artikel tahun 2019 travelingyuk.com

Tentang Fajar Budi Aji

Hanya seorang yang beranjak tua dan terus mencoba untuk lebih dewasa tanpa menghilangkan rasa kekanak-kanakannya. "Urip Iku Urup" dan "Rasah Wedi Dirasani Karena Hidup Banyak Rasa" Dua motto andalan inilah yang dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X