Kesehatan

Kunjungan Monitoring dan Evaluasi PHBS “Aksi Tanpa Kuman”

pada

Panggungharjo (Media Panggungharjo) – Tim Monitoring dari Wipol bersama TP PKK Kabupaten Bantul dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul lakukan kunjungan Monitoring dan Evaluasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan tema “Aksi Tanpa Kuman” di Desa Panggungharjo, Selasa (11/4/2017).

Acara yang diawali di Aula Balai Desa Panggungharjo ini, pertama-tama dibuka dengan pembukaan dan doa oleh Yani Aminudin selaku pembawa acara. Setelah pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pemerintah desa yang diwakili oleh Surnadiyono, S.Pd. selaku Kaur Perencanaan Desa Panggungharjo. Dalam sambutannya, Surnadiyono menyampaikan bahwa Lurah Desa tidak bisa hadir dalam kesempatan tersebut dikarenakan bersamaan dengan penerimaan tamu kunjungan dari Sulawesi Selatan yang dibawa Universitas Gadjah Mada.

Acara kemudian dilanjutkan sambutan dari Pimpinan Tim Monitoring yaitu Nicholas Persada dari Wipol. Ia mengatakan bahwa nantinya akan ada 5000 kepala keluarga di Kabupaten Bantul akan menjadi TO (Target Operasi) PHBS oleh Unilever Bantul.

Dikarenakan keterbatasan waktu, selanjutnya langsung dilaksanakan survey lokasi yang dibagi menjadi dua titik yaitu di Pedukuhan Sawit dan Pedukuhan Pelemsewu.

Kegiatan survey yang dilaksanakan di Pedukuhan Pelemsewu sendiri didampingi oleh Sri Kustantini, sedangkan dari tim monitoring yang melakukan survey yaitu Dede dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Survey di Pedukuhan Pelemsewu ini mengunjungi 4 rumah yang 2 diantaranya memiliki balita, salah satunya yaitu rumah dari Estri Wulan.

Sedangkan di Pedukuhan Sawit, tim monitoring yang melakukan survey yaitu Nicholas Persada. Berbeda dengan di Pedukuhan Pelemsewu yang melakukan survey 4 rumah, di Pedukuhan Sawit ini tim monitoring hanya melakukan survey 2 rumah saja, yaitu rumah dari Miyanto dan Harsiyah.

Dalam survey tersebut, pemilik rumah diberikan pertanyaan meliputi PHBS rumah tangga yaitu cuci tangan yang benar, sikat gigi yang benar, tidak merokok di dalam rumah, toilet higienis, makan buah dan sayur, pengelolaan sampah, kebersihan rumah, dan kebersihan air. Diakui Nicholas, kebersihan rumah yang dia survey sudah lumayan bersih namun masih banyak yang perlu ditingkatkan lagi, misalnya pengelolaan sampah.

“Ya pesan saya buat seluruh warga, kalau bisa diupayakan untuk tidak merokok dalam rumah. Apalagi jika mempunyai balita, kan akan terganggu kesehatannya juga.” tutur Dede setelah melakukan survey.

Dalam monitoring ini tidak hanya rumah warga saja yang disurvey, namun kader juga diwawancara dengan pertanyaan tentang 10 indikator PHBS, pendanaan posyandu, pelaksanaan posyandu, serta kesehatan masyarakat. Salah satu kader yang diwawancara dalam kesempatan tersebut yaitu Sumarni, kader dari Pedukuhan Sawit.

“Harapannya, ya setelah ada kegiatan monitoring dari Wipol ini segera ada perubahan pola hidup di masyarakat, seperti menjaga kebersihan dan kesehatan.” ungkap Sri Purwani salah satu kader dari Pedukuhan Jaranan. (E.M / BGX)

Tentang Erisca Meidy

God gives his hardest battles to his strongest soldiers :) Keajaiban adalah dengan percaya pada dirimu sendiri. Jika kamu dapat melakukannya, maka kamu dapat membuat segala sesuatunya terjadi.

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X